Bahan Pique dan Lacoste: Perbedaan, Jenis, serta Kelebihan dan Kekurangannya

Apa itu kain Pique atau Lacoste?. Jika kamu pernah membeli atau memesan kaos polo, pasti sudah tidak asing dengan istilah bahan pique atau bahan lacoste. Kedua istilah ini sering digunakan secara bergantian di pasaran Indonesia, terutama bagi kamu yang berencana membuat seragam perusahaan, kaos promosi, atau memulai bisnis polo shirt.
Artikel ini akan membahas secara lengkap apa itu bahan pique, bagaimana perbedaannya dengan bahan lacoste, jenis-jenisnya, serta kelebihan dan kekurangan masing-masing agar kamu bisa memilih bahan kaos polo shirt yang paling tepat sesuai kebutuhan.
Apa Itu Bahan Pique?
Bahan pique adalah jenis kain rajut yang memiliki ciri khas berupa tekstur berpori pada permukaannya. Pola rajutan ini menciptakan corak geometris yang khas, bisa berbentuk segi enam (hexagon), segi empat (diamond), bulat, maupun segitiga. Tekstur inilah yang membedakan bahan pique dari kain kaos biasa seperti jersey yang rajutannya cenderung lebih padat dan rata.
Bahan kaos polo shirt ini umumnya dibuat dari serat cotton, polyester, atau kombinasi keduanya. Berkat struktur rajutannya yang terbuka, kain pique memiliki sirkulasi udara yang baik sehingga nyaman digunakan untuk aktivitas sehari-hari, olahraga ringan, maupun kegiatan semi-formal.
Apa Itu Bahan Lacoste?
Banyak orang menyebut bahan kaos polo dengan nama "bahan lacoste." Perlu diketahui bahwa Lacoste sebenarnya adalah nama brand fashion asal Perancis yang didirikan oleh petenis legendaris René Lacoste pada tahun 1933. Brand ini mempopulerkan penggunaan kain pique untuk kaos polo, sehingga lama-kelamaan masyarakat, khususnya di Indonesia, mulai menyebut semua jenis kain berpori untuk polo shirt dengan istilah "lacoste."
Jadi pada dasarnya, bahan lacoste merujuk pada semua jenis kain yang menggunakan rajutan pique. Istilah lacoste lebih merupakan sebutan populer di pasaran, sementara pique adalah nama teknis dari jenis rajutan kainnya.
Perbedaan Bahan Pique dan Lacoste
Meskipun sering dianggap sama, terdapat perbedaan teknis antara bahan pique dan lacoste yang perlu kamu ketahui sebelum memilih bahan kaos polo shirt. apa itu kain pique
Dari segi struktur rajutan, kain yang disebut "lacoste" di pasaran umumnya memiliki pola rajutan berbentuk segi empat. Sementara itu, kain yang disebut "pique" memiliki pola rajutan berbentuk segi enam atau hexagonal menyerupai sarang lebah (honeycomb). Perbedaan ini memang sulit dilihat dengan mata telanjang — kamu memerlukan kaca pembesar untuk benar-benar membedakan keduanya.
Meski berbeda pada struktur mikro rajutannya, kedua jenis kain ini memiliki fungsi dan kegunaan yang sama, yaitu sebagai bahan utama pembuatan kaos polo atau kaos berkerah (wangki). Keduanya sama-sama berpori, breathable, dan cocok untuk kaos semi-formal maupun kasual.
Jenis-Jenis Bahan Pique untuk Polo Shirt
Bahan pique dapat dikategorikan berdasarkan komposisi serat yang digunakan. Berikut adalah jenis-jenis bahan pique yang paling umum dijumpai di pasaran beserta karakteristiknya.
1. Bahan Pique Cotton (100% Katun)
Bahan pique cotton terbuat dari serat katun murni sehingga menjadi varian dengan kualitas tertinggi di antara jenis pique lainnya.
Karakteristik utama:
-
Teksturnya lembut, halus, dan sangat nyaman di kulit
-
Daya serap keringat sangat baik berkat sifat alami serat katun
-
Tekstur berpori hanya terdapat pada bagian luar kain, sedangkan bagian dalamnya halus dan rata
-
Memberikan tampilan rapi dan formal, ideal untuk kaos polo premium
Bahan pique cotton sangat cocok digunakan untuk pembuatan kaos polo berkerah formal, seragam kantor premium, atau produk polo shirt yang mengedepankan kenyamanan. Kekurangannya, harga bahan ini relatif paling tinggi dibandingkan varian pique lainnya dan cenderung sedikit menyusut setelah pencucian pertama.
2. Bahan Pique CVC (Cotton Viscose / Campuran)
Bahan pique CVC merupakan kain yang dibuat dari campuran serat katun dan polyester, dengan komposisi katun yang lebih dominan (biasanya sekitar 55-60% katun dan 40-45% polyester).
Karakteristik utama:
-
Masih cukup nyaman dan mampu menyerap keringat karena kandungan katun yang dominan
-
Kainnya cenderung lebih tebal dibandingkan pique PE
-
Lebih tahan lama dan tidak mudah kusut berkat campuran polyester
-
Warna kain tidak mudah pudar meskipun dicuci berulang kali
Bahan pique CVC menjadi pilihan paling populer untuk pembuatan seragam perusahaan, kaos polo komunitas, dan kaos event karena menawarkan keseimbangan antara kenyamanan, daya tahan, dan harga yang lebih terjangkau.
3. Bahan Pique PE (Polyester)
Bahan pique PE menggunakan serat polyester sebagai komponen utamanya, dengan kandungan polyester yang lebih dominan dibandingkan katun.
Karakteristik utama:
-
Tekstur berpori lebih besar dan lebih terlihat jelas
-
Kain relatif lebih tipis dan terasa lebih panas saat digunakan
-
Daya serap keringat kurang optimal karena sifat polyester yang tidak menyerap air
-
Tidak mudah kusut dan cepat kering setelah dicuci
Meskipun kenyamanannya berada di bawah pique cotton dan CVC, bahan pique PE unggul dari segi harga yang paling terjangkau. Jenis bahan ini sangat cocok untuk produksi kaos polo dalam jumlah besar seperti kaos promosi, merchandise event, atau kaos giveaway.
Kelebihan dan Kekurangan Bahan Pique
Sebelum memutuskan untuk menggunakan bahan pique sebagai bahan kaos polo shirt, ada baiknya kamu memahami kelebihan dan kekurangannya secara keseluruhan.
Kelebihan Bahan Pique
Sirkulasi udara yang baik menjadi keunggulan utama bahan pique. Struktur rajutan berpori memungkinkan udara mengalir lebih bebas sehingga kaos terasa adem meskipun dipakai seharian. Selain itu, bahan pique memiliki daya tahan yang kuat berkat rajutan pique yang kokoh, membuat kaos polo tidak mudah rusak dan tahan terhadap pencucian berulang.
Dari segi tampilan, kaos polo berbahan pique memberikan kesan semi-formal yang rapi sehingga cocok untuk berbagai kesempatan mulai dari acara kasual hingga kegiatan kantor. Bahan ini juga tidak mudah kusut, sehingga kamu tidak perlu sering menyetrika. Ditambah lagi, bahan pique sangat kompatibel dengan teknik bordir yang menghasilkan tampilan profesional dan elegan pada logo maupun desain.
Kekurangan Bahan Pique
Harga bahan pique, terutama varian cotton, relatif lebih mahal dibandingkan bahan kaos biasa. Bahan ini juga cenderung menyusut setelah dicuci, sehingga produsen biasanya membuat kaos polo dengan ukuran sedikit lebih besar untuk mengantisipasi penyusutan. Selain itu, permukaan kain yang berpori membuat proses sablon menjadi kurang maksimal karena tinta tidak bisa meresap secara merata pada permukaan yang tidak rata.
Tips Memilih Bahan Kaos Polo yang Tepat
Memilih bahan yang tepat sangat menentukan kualitas dan kenyamanan kaos polo yang akan kamu buat. Berikut beberapa pertimbangan yang bisa membantu.
Untuk kaos polo premium dan seragam kantor eksekutif, pilihlah bahan pique cotton. Kenyamanan dan tampilannya yang premium sebanding dengan harganya yang lebih tinggi. Jika kamu membutuhkan kaos polo untuk seragam perusahaan dalam jumlah sedang dengan keseimbangan antara kualitas dan budget, bahan pique CVC adalah pilihan paling ideal. Untuk produksi kaos polo dalam jumlah besar dengan budget terbatas — seperti kaos promosi atau merchandise, bahan pique PE menjadi solusi paling efisien.
Kegunaan Bahan Pique Selain Polo Shirt
Meskipun identik dengan kaos polo, bahan pique sebenarnya bisa digunakan untuk berbagai jenis pakaian lainnya. Beberapa kreasi yang bisa dibuat dari bahan pique antara lain kemeja polo lengan panjang, dress kasual, outer atau blazer ringan, kaos henley tanpa kerah, serta baju olahraga untuk tenis dan golf.
Fleksibilitas bahan pique ini membuka peluang bagi pelaku bisnis fashion untuk bereksperimen dan menciptakan produk yang unik menggunakan kain yang sudah terbukti nyaman dan tahan lama.
Cara Merawat Kaos Polo Berbahan Pique
Agar kaos polo berbahan pique tetap awet dan nyaman digunakan dalam jangka panjang, ada beberapa tips perawatan yang perlu diperhatikan. Cucilah kaos polo dengan air dingin atau suhu ruangan untuk mengurangi risiko penyusutan. Hindari merendam terlalu lama karena dapat merusak struktur rajutan kain. Jemur kaos dengan cara diangin-anginkan di tempat teduh agar warna tidak cepat pudar. Jika perlu disetrika, gunakan suhu rendah hingga sedang agar serat kain tidak rusak.
Sedang mencari bahan pique atau bahan lacoste berkualitas untuk seragam perusahaan, kaos promosi, atau bisnis polo shirt? Fabriku menyediakan berbagai macam pilihan warna bahan Pique dan Lacoste dengan kualitas terbaik! Hubungi Customer Service Fabriku sekarang untuk konsultasi gratis dan penawaran harga terbaik!