Apa Itu Washing Treatment?
Washing treatment merupakan proses pencucian khusus yang bertujuan untuk menghasilkan efek tertentu pada kain, seperti efek fading (pudar) atau efek usang. Pada awalnya, para produsen hanya menerapkan teknik ini pada bahan denim. Namun, seiring perkembangan industri tekstil, kini mereka juga menggunakan teknik washing pada berbagai jenis bahan lain, termasuk kaos.
Dalam prosesnya, pelaku industri menambahkan cairan kimia tertentu ke dalam tahap pencucian untuk mencapai efek warna yang diinginkan. Selain itu, setiap teknik washing menghasilkan efek yang berbeda-beda, mulai dari pelunturan warna, penegasan warna, pemutihan, hingga efek artistik lainnya pada permukaan kain.
Secara umum, washing treatment terbagi menjadi dua kategori utama. Pertama, Wet Process yaitu proses pencucian basah yang menggunakan air dan cairan kimia. Kedua, Art Process yaitu proses kering yang tidak memerlukan air dalam pengerjaannya. Berikut ini penjelasan lengkap mengenai masing-masing jenis washing.
Jenis-Jenis Wet Process Washing
1. Garment/Fabric Wash
Garment wash atau fabric wash merupakan teknik wet process paling dasar yang menggunakan cairan kimia seperti softener atau silicon kain. Proses ini berfungsi untuk mematikan susut kain sekaligus menaikkan gramasi sekitar 20 gram. Dengan demikian, kain yang telah melalui proses ini memiliki hand feel yang lebih lembut dan nyaman saat dikenakan.
2. Garment Bio/Enzym Wash
Garment bio wash bekerja dengan prinsip yang sama seperti garment wash, tetapi proses ini menambahkan cairan kimia enzym ke dalam tahap pencuciannya. Hasilnya, selain mematikan susut dan meningkatkan gramasi kain, enzym juga mengangkat bulu-bulu halus pada permukaan kain. Oleh karena itu, tekstur kain yang dihasilkan terasa lebih licin dan halus dibandingkan garment wash biasa.
3. Bio Stone Wash
Bio stone wash memberikan efek yang serupa dengan garment bio wash, namun teknik ini secara khusus ditujukan untuk kain denim. Proses ini mengkombinasikan cairan kimia enzym dengan batu apung untuk menghasilkan bercak putih atau garis putih pada permukaan kain. Akibatnya, kain denim memperoleh tampilan vintage yang khas dan bernilai estetika tinggi.
4. Bio Bleach
Bio bleach menggunakan cairan kimia pemutih (bleaching agent) untuk menurunkan intensitas warna kain. Teknik ini mampu membuat warna kain menjadi lebih pucat atau lebih muda dari warna aslinya. Bahkan, jika pelaku industri menggunakan kadar bleaching yang tinggi, proses ini dapat menghilangkan warna kain secara keseluruhan. Dengan kata lain, bio bleach memberikan fleksibilitas penuh dalam mengatur tingkat kepudaran warna.
5. Bio Tint
Berbeda dengan bio bleach, bio tint justru membuat warna kain menjadi lebih gelap dari warna sebelumnya. Selain menambah kegelapan warna, teknik wet process ini juga dapat berfungsi sebagai metode pewarnaan kain. Oleh sebab itu, banyak produsen memanfaatkan bio tint untuk menciptakan variasi warna baru pada produk mereka.
6. Garment Dyed
Garment dyed merupakan wet process yang diterapkan pada kain dasar (grey) yang belum melalui proses pencelupan warna. Secara sederhana, proses ini memberikan warna pada bahan dasar kain yang masih polos. Dengan teknik ini, produsen dapat menghasilkan warna yang lebih merata dan konsisten pada seluruh bagian garmen.
Jenis-Jenis Art Process Washing pada Denim
Selain wet process, industri denim juga mengenal beberapa teknik art process (dry process) yang menghasilkan efek unik pada jeans. Berikut ini beberapa teknik yang paling sering digunakan.
1. Sand Wash
Sand wash merupakan teknik art process yang memanfaatkan ampelas untuk menciptakan efek abrasi pada permukaan denim. Proses ini menghasilkan tampilan usang yang natural pada area tertentu di kain jeans. Dengan teknik ini, produsen dapat mengontrol lokasi dan intensitas efek abrasi sesuai desain yang diinginkan.
2. Whisker
Whisker menghasilkan efek garis-garis halus pada area lipatan paha atau selangkangan celana jeans. Teknik ini bertujuan untuk memberikan kesan bahwa celana tersebut telah sering digunakan secara terus-menerus. Hasilnya, jeans terlihat lebih natural dan memiliki karakter yang kuat.
3. Spray
Spray merupakan teknik washing yang menciptakan efek lusuh atau worn-out pada kain denim. Produsen menyemprotkan cairan kimia tertentu pada area yang ditargetkan untuk meniru efek pemakaian sehari-hari. Dengan begitu, jeans langsung memiliki tampilan kasual dan lived-in tanpa perlu melewati proses pemakaian bertahun-tahun.
4. Destroy
Destroy adalah teknik yang secara sengaja membuat robekan atau sobekan pada bagian tertentu kain denim. Proses ini biasanya menargetkan ujung-ujung bahan seperti lutut, paha, atau bagian bawah celana. Melalui teknik ini, jeans mendapatkan tampilan edgy dan distressed yang menjadi tren di dunia fashion.
Tips Memilih Kain yang Tepat untuk Washing Treatment
Perlu diketahui bahwa proses washing akan memberikan hasil terbaik jika dilakukan pada kain dengan pewarnaan sulfur. Oleh karena itu, kain berwarna hitam sulfur menjadi pilihan yang sangat cocok untuk berbagai teknik washing. Selain itu, warna sulfur juga merespons cairan kimia washing dengan lebih baik sehingga menghasilkan efek yang lebih tajam dan konsisten.
Apakah Anda ingin memulai produksi pakaian dengan efek washing yang menarik? Fabriku menyediakan kain berbahan sulfur dengan beragam pilihan warna yang siap mendukung kebutuhan produksi Anda. Hubungi customer service Fabriku sekarang untuk mendapatkan penawaran terbaik!